Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pendidikan. Show all posts

11 Tuntunan dalam Pengasuhan Anak

on Wednesday, December 28, 2011



11 Tuntunan dalam Pengasuhan Anak


Orang tua perlu bertindak hati-hati dan bijak. Sebab pola asuh yang salah jelas bakal merugikan anak kelak.



Secara teknis, jelas Dr. Jusni Ichsan Solichin, Sp.KJ , pola asuh bisa dikategorikan menjadi tiga. Yakni permisif alias serba membolehkan, otoriter serba melarang, dan demokratis. Yang terbaik, lanjut pengarang buku Pola Asuh yang Mendukung Perkembangan Anak , tentu saja yang demokratis. Di sini anak boleh melakukan sesuatu bila itu dinilainya baik, dan dilarang bila merugikan. Orang tua berperan sebagai kontrol, tanpa perlu mengekang kebebasan anak berekspresi.

Sementara pada pola asuh permisif, salah satu dampak positifnya, anak berkembang sesuai daya kreativitasnya. Namun saking bebasnya, anak jadi tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Yang tertanam di dalam dirinya, bersikap santun boleh, memukul teman juga tidak dilarang. Dalam benak anak yang ada hanyalah pemahaman, dia boleh melakukan yang disukainya tanpa memperhatikan akibatnya buat orang lain.

Sebaliknya, pola asuh otoriter akan membuat anak terkekang. Kreativitas dan kebebasannya terpasung. Selain tidak tahu mana yang benar dan salah, pertumbuhan kepribadiannya juga tidak akan berkembang. Dia senantiasa terkungkung dalam berbagai larangan yang membuatnya tidak berdaya. Tidak mustahil jika ia tumbuh menjadi pribadi tertutup, rendah diri, berkemampuan sosial rendah dan sebagainya.



Nah, dengan pola asuh demokratis yang tidak membatasi anak melakukan sesuatu namun tetap dalam arahan orang tua, pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak bisa jadi optimal. Anak pun dapat mengetahui benar atau salah, yang baik atau buruk. Kontrol sosial pun nantinya akan tumbuh dengan semestinya. Asalkan orang tua melakukan pola asuh secara konsisten, perkembangan anak akan tumbuh dengan baik.

Namun, lanjutnya, bentuk pola-pola asuh di atas merupakan pengkategorian saja. Yang terpenting, justru bagaimana prakteknya di lapangan. Bila orang tua mengaku demokratis, namun kenyataannya tidak, tetap saja akan merugikan anak. Untuk itu, orang tua harus mengetahui aturan dan rambu-rambu dalam mengasuh anak.

Jusni, dalam bukunya memaparkan 11 tuntunan bagi orang tua dalam pengasuhan anak.

1. Harus Disertai Kasih Sayang


Anak sudah dapat merasakan apakah ia disayangi, diperhatikan, diterima, dan dihargai atau tidak. Orang tua dapat menunjukkan kasih sayang secara wajar sesuai umur anak. Dengan mencium atau membelai, berkata lembut, hingga anak merasa ia memang disayang. Pencurahan kasih sayang ini harus dilakukan konstan, tulus, dan nyata sehingga anak benar-benar merasakannya.

2. Tanamkan Disiplin yang Membangun

Perlu memberlakukan tata tertib yang tidak berkesan serba membatasi. Hal ini akan menjadi pedoman bagi anak, hingga ia mengerti perilaku apa yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Juga mengenalkan anak pada disiplin. Dengan demikian ia diharapkan mampu mengendalikan diri sekaligus melatih tanggung jawab.

3. Luangkan Waktu bagi Kebersamaan


Memanfaatkan waktu bersama anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengasuhan anak. Dari sini akan tercipta lingkungan dan suasana yang menunjang perkembangan. Orang tua bisa menggunakan waktu tersebut dengan bermain bersama, berbincang-bincang, melatih keterampilan sehari-hari, dan sebagainya.

post by ntxtcy:
Sesibuk apapun kita sebagai ortu, sebisa mungkin meluangkan waktu buat keluarga. Kalo pengalaman ane, karena nguli cuman 5 hari, Sabtu Minggu full buat keluarga, kecuali ada lemburan .

4. Ajarkan Salah-Benar/Baik-Buruk



Hal-hal yang dapat diajarkan adalah nilai-nilai yang berlaku di lingkungan keluarga, masyarakat sekitar dan budaya bangsa. Misalnya, adat istiadat, norma dan nilai yang berlaku. Hal ini sangat diperlukan agar anak mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Mintalah anak berlaku ramah dan jujur serta melarangnya menyakiti orang lain. Selain harus terus-menerus dan konsisten, terangkan kenapa perbuatan menyakiti tidak boleh dilakukan sedangkan sikap ramah diperlukan. Dengan begitu anak tahu kenapa mereka dilarang berbuat sesuatu, serta dapat memahami apa arti salah-benar dan baik-buruk.

post by ntxtcy:
Kasih penjelasan saat dia melakukan kesalahan. Dan kasih pujian saat dia melakukan sesuatu hal yang baek .

5. Kembangkan Sikap Saling Menghargai


Sikap saling menghargai dapat dicontohkan. Bila orang tua berbuat salah, jangan segan meminta maaf. Kelak ketika anak berbuat salah, dia pun tak segan meminta maaf. Orang tua yang menghormati anak akan merangsang anak untuk menghargai dan menghormati orang tua maupun siapa saja.

post by ntxtcy:
Ane biasakan minta maaf ke anak ane bila ane salah. Meskipun dia baru berumur 21 bulan . Hal itu ane terapin juga saat dia punya salah ama temen maennya dan bikin nangis temennya.

6. Perhatikan dan Dengarkan Pendapat Anak


Jika anak punya pendapat, dengarkan dan berikan perhatian tanpa berusaha untuk mempengaruhinya. Bila perlu, kemukakan pendapat dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak. Hal ini akan membuat hubungan orang tua dan anak jadi lebih akrab, hingga anak dapat menyatakan perasaannya. Termasuk perasaan yang baik dan buruk, seperti marah dan tidak senang, tanpa takut kehilangan kasih sayang dari orang tua.



7. Membantu Mengatasi Masalah

Anak butuh bimbingan kala menghadapi masalah, namun orang tua jangan sesekali memaksakan pendapatnya. Pahami masalah sesuai sudut pandang anak dan berikan beberapa pendapat serta doronglah anak untuk memilih yang sesuai dengan keadaannya.

8. Melatih Anak Mengenal Diri Sendiri dan Lingkungan


Ajaklah anak mengenal dirinya. "Saya ini anak laki-laki" atau "Saya adalah anak perempuan." Lalu mengenalkan orang lain di lingkungannya, ada ibu, bapak, kakek, nenek, paman dan lainnya. Dengan demikian, semakin lama pengenalan anak kian luas. Anak juga perlu dilatih mengenal emosi dan cara menyalurkan emosi yang baik agar tidak menyakiti dirinya sendiri atau orang lain.

9. Mengembangkan Kemandirian


Rangsanglah inisiatif dan berikan kebebasan untuk mengembangkan diri. Beri kesempatan mengerjakan sesuatu menurut keinginan mereka sendiri. Tentu saja asalkan tidak bertentangan dengan norma masyarakat. Untuk memupuk inisiatif anak, beri pujian pada apa yang telah berhasil dilakukan dan bukan malah mencelanya.

10. Memahami Keterbatasan Anak


Setiap individu, termasuk anak, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Orang tua hendaknya jangan menuntut melebihi kemampuan anak. Yang tak kalah penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain.


11. Menerapkan Nilai Agama dalam Kehidupan Sehari-hari


Nilai-nilai agama perlu diajarkan sejak usia dini sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara paling baik, beri contoh dan minta anak berlaku sama. Misalnya berdoa sebelum melakukan kegiatan apa pun, memaafkan kesalahan orang lain, mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan dan lain-lain.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12102347

Ente sedih karena IPK kecil ?? sini masuk , ane kasih tau...

on Sunday, December 25, 2011

IPK itu istilahnya bentuk penggambaran prestasi seseorang jika dinilai dalam angka...
namun perlu diperhatikan bahwa sifat manusia adalah BERKEMBANG...
Jadi bisa saja seseorang yg mendapat IPK 1,5 tetapi wkt di dunia kerja , ia lebih berhasil...



Sama kyk peringkat negara sepak bola aja gann...Indonesia peringkat 127 bisa ngalahin Thailand yang peringkat diatas Indonesia tuh buktinya...

Tentu agan2 bertanya pada ane : kalo yg 1,5 bisa berkembang n di dunia kerja jd makin bagus berarti yg dpt IPK 4,00 bisa sangat berhasil n bisa2 pas masuk kerja lsg dipromosiin jd general manager donk ???

hehehe...nanti dulu gan

Berkembangnya kearah mana ?? positif apa negatif ?? balik lagi ke kata ane tadi MANUSIA ITU MAKHLUK YANG DINAMIS (BERKEMBANG)...kalo berkembangnya ke arah postif bisa saja yg dpt IPK 4,00 begitu masuk dunia kerja prestasinya lsg melejit...lah kalo berkembangnya ke arah negatif ??? Dia pasti songong mentang2 IPK nya dah 4,00 lsg ga mau berusaha lg...

mangkanya gann...



buat apa ente2 sedih ama IPK agan yg rendah... INGET MANUSIA ITU MAKHLUK DINAMIS , manusia bisa berkembang...

Maka berkembanglah agan2 semua ke arah yg positif...

IPK semester lalu yg terbilang NASAKOM (Nasib Satu Koma) gausah disedihin...karna kalo agan2 masih mikirin IPK semester lalu berarti agan2 ini termasuk MANUSIA YANG STATIS alias jalan di tempat...

" THOSE WHO AFRAID TO FALL , WILL NEVER FLY "

jangan takut mencoba , karena jika tidak mencoba maka anda tidak akan berhasil...

Mulai sekarang berpikirlah positif karena jika agan2 berpikir positif pasti semua yg agan2 lakukan akan mendapat hasil yg positif , begitu juga sebaliknya...

" LET'S START OUR DAY WITH A GREAT ACT "
mari kita mulai hari kita dengan sebuah tindakan yg bagus...APA ITU ??? BERDOA...DAN BERUSAHA





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6557658

Tips Memanfaatkan Liburan untuk Edukasi Anak

on Friday, December 23, 2011



1. Rencanakan dari Jauh-jauh Hari
Sebelum memesan transportasi dan penginapan, pikirkan dulu pengalaman yang ingin Anda dapatkan dari liburan kali ini. Pertimbangkan juga apa yang sekiranya disukai semua anggota keluarga dan kegiatan apa yang bisa dinikmati keluarga selama liburan di sana. Lakukan sedikit riset; minta rekomendasi pada teman, temui agen-agen travel atau cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat liburan lewat internet untuk membantu membuat keputusan. Setelah keputusan dibuat, Anda bisa mencari tahu lebih banyak lagi tentang hal-hal dan fasilitas menarik yang menawarkan kesempatan untuk edukasi selama berada di sana.



2. Buat Jadwal Kegiatan
Begitu tahu fasilitas apa saja yang ditawarkan, buatlah rencana perjalanan dengan mem-booking aktivitas dan kegiatan tertentu selama Anda di tempat liburan. Lalu tuliskan jadwal kegiatan Anda dan usahakan tetap mengacu pada jadwal tersebut. Dengan begitu, program liburan dan edukasi bisa berjalan bersamaan dengan lancar.

3. Mulailah Edukasi Sejak dalam Perjalanan
Anda tidak perlu menunggu sampai di tempat tujuan liburan untuk memberikan edukasi. Dalam perjalanan, Anda bisa mendiskusikan tentang metode transportasi yang digunakan kepada sang anak atau kondisi geografis tempat liburan yang dituju. Anda juga bisa mengajak anak untuk ikut melakukan riset dan merencanakan kegiatan liburan.


4. Minta Penjelasan
Setelah sampai di tempat tujuan, temuilah pemandu wisata --jika Anda menyewa jasa agen travel-- atau ajukan beberapa pertanyaan mengenai tempat yang akan Anda tinggali. Mereka bisa memberitahu informasi tentang aktivitas terbaik untuk edukasi anak, dimana Anda dan keluarga bisa berpartisipasi di dalamnya. Kumpulkan leaflet atau brosur tentang atraksi yang berbeda-beda, perlihatkan pada anak-anak dan biarkan mereka memutuskan ingin datang ke mana.



5. Kegiatan
Pastikan kegiatan yang diikuti menyenangkan sekaligus bisa mengedukasi anak. Misalnya kegiatan rutin museum setempat, pertunjukan di kebun binatang, suaka margasatwa, atau mungkin tempat observatorium. Mintalah bantuan tour guide untuk menjelaskan berbagai hal yang ingin Anda atau sang anak ketahui.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11955515